25 September 2014

Kematianmu

By.Cmst
Wahai kau yang mati jumat yang lalu

Apakah kau rasa
Isyarat angin
menyapa
rindu
Mengucap salam
diseulas
senyum
Dari seuntai jemari yg
menghela resah
Dibalik rangkai syair
yg
tiada utuh ??

Apakah kau dengar
Jeritan burung malam
yg
menghentak jantung

Merambah dari balik
bukit, lewati gelap
malam

Dari pucuk pucuk
ranting
jati yg menunduk
risau

Mengelam dalam
buliran
tetes embun jatuh

Membeban rasa,
penuh
darah kelukaan

Telah jauh rentang
jarak
memisahkan kita

Hingga senyum pun
berubah makna
menjadi
angkuh

Hingga rindupun
menjelma rupa dalam
wujud kebencian

Dan rembulanpun tak
lagi
menyajikan ulasan
binarnya

Lalu kisah pun
terberai
dalam genggam sang
keakuan

Wahai engkau kekasih lukaku

Apakah kau mengerti
Nyanyian rindu yg
mengalun dari balik
awan ??

Yang merangkumkan
segala rasa sampai ke
kaki langit

Melukiskan wajah hati
nan gelisah, tanpa
warna

Ketika cinta tak lagi
menyangga ujung
ujung
benak

Duh ruh sana

Apakah kau simak
deru
syair malam ku??

Yang bergolak
meronta,
disetiap bait bait ruh
aksara ku

Yang tergores
diantara
pelukan dingin
keheningan malam

Hanya melukiskan
kerinduan

Hanya menyibakan
kelukaan

Hanya mengurai
wajah
sang kedukaan

Dan hanya
melontarkan
irama penyesalan
kalbu memar

Ujung malam, tak lagi
menyisakan jalinan
debar

Hanya mengguratkan
sisa sisa wajah
kelaraan

Ujung malam, tak lagi
menyapa jiwa dalam
senyuman

Hanya membawakan
kabut dingin, disela
demam gigil kelukaan

Dibalik bayangan mu
yg
kian menampak
angkuh, menjauh terbang
menyisakan malam yang menyakitkan

Selamat jalan
“Jenongkuh“

NB. Ini adalah kisah nyata yang baru saja di alami oleh admin sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar